Medical . 06 Aug 2026

Apa Saja Tanda-Tanda Tulang Mulai Melemah?

Foto profil Ganang Dwi Cahyono, dr., Sp.OT

Author . Ganang Dwi Cahyono, dr., Sp.OT

Author Contact. @https://www.instagram.com/ganangdwic/

Tanda-Tanda Tulang Mulai Melemah

Apa Saja Tanda-Tanda Tulang Mulai Melemah?


Dalam dunia medis, tulang yang mulai melemah, seperti pada kondisi osteopenia dan osteoporosis sering tidak menimbulkan gejala di tahap awal.

Karena itu, osteoporosis dikenal sebagai silent disease.


Namun, seiring menurunnya kepadatan mineral tulang, beberapa tanda klinis dapat muncul, diantaranya:

  1. Nyeri punggung atau nyeri tulang kronis, yang dapat disebabkan oleh fraktur mikro atau fraktur kompresi pada tulang belakang.
  2.  Penurunan tinggi badan dan perubahan postur tubuh, seperti membungkuk, yang secara ilmiah berkaitan dengan fraktur vertebra akibat tulang yang rapuh.
  3. Tulang mudah patah akibat trauma ringan, yang dikenal sebagai fragility fracture. Ini merupakan tanda khas osteoporosis.
  4. Kelemahan otot, kram, atau gangguan keseimbangan, yang sering berhubungan dengan defisiensi kalsium dan vitamin D, dua komponen utama dalam metabolisme dan kekuatan tulang.


Karena sering tanpa gejala, banyak pasien baru menyadari tulangnya melemah setelah terjadi patah tulang. Oleh karena itu, literatur merekomendasikan pencegahan melalui asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, aktivitas fisik berbeban, serta pemeriksaan kepadatan tulang untuk deteksi dini.


Baca Juga : Pengaruh Konsumsi Kafein Terhadap Osteoporosis


postur tubuh mulai membungkuk sebagai gambaran tulang yang melemah


Mengapa Tulang Bisa Melemah Selain karena Usia?


Usia memang berpengaruh terhadap kekuatan tulang, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Osteoporosis juga bisa dipicu oleh penyakit tertentu, penggunaan obat dalam jangka panjang, atau kebiasaan sehari-hari yang kurang mendukung kesehatan tulang.


Penyebab yang mendasari kondisi ini perlu dicari, terutama jika osteoporosis ditemukan pada usia yang relatif muda atau terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Dengan begitu, penanganan tidak hanya berfokus pada pemberian suplemen kalsium, tetapi juga pada masalah yang mungkin menjadi pemicunya.


Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tulang melemah antara lain:

  • Gangguan hormon, seperti hiperparatiroidisme, hipertiroidisme, sindrom Cushing, dan kadar testosteron yang rendah.
  • Gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi, misalnya penyakit celiac, malabsorpsi, atau penyakit hati kronis.
  • Penyakit ginjal kronis, yang dapat mengganggu keseimbangan mineral dan metabolisme tulang.
  • Penyakit tertentu, termasuk mieloma multipel dan kanker yang menyebar ke tulang.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dalam jangka panjang, inhibitor aromatase, dan terapi deprivasi androgen.
  • Kebiasaan dan kondisi sehari-hari, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, asupan kalsium dan vitamin D yang tidak mencukupi, serta berat badan yang terlalu rendah.


Jika dicurigai ada penyebab sekunder, dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah untuk menilai kondisi tubuh dan mencari faktor yang berkontribusi terhadap penurunan massa tulang. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup darah lengkap, kadar kalsium dan fosfat, fungsi ginjal, alkaline phosphatase, serta vitamin D. Pemeriksaan hormon atau tes lain bisa ditambahkan sesuai dengan riwayat kesehatan dan temuan klinis pasien.


Pelajari Juga :  7 Mitos Tulang Keropos: Mana sih yang benar?


punggung bawah nyeri saat duduk sebagai tanda nyeri tulang kronis.


Apa yang Bisa Dilakukan untuk Memperkuat Tulang?


Menjaga tulang tetap kuat tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi suplemen kalsium. Kesehatan tulang dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari asupan nutrisi, aktivitas fisik, hingga risiko jatuh dan kondisi medis yang mendasarinya.


Ada beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan untuk menjaga kekuatan tulang.

  • Pastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D terpenuhi. Keduanya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Jika asupannya kurang, kebutuhan tersebut perlu dipenuhi sesuai kondisi masing-masing. Suplemen dapat dipertimbangkan bila diperlukan, bukan dikonsumsi secara berlebihan tanpa alasan yang jelas.
  • Rutin melakukan olahraga berbeban dan latihan kekuatan. Berjalan kaki, latihan kekuatan otot, dan aktivitas fisik lain yang sesuai dengan kemampuan dapat membantu mempertahankan massa tulang serta mendukung keseimbangan tubuh. Jenis olahraga perlu disesuaikan jika seseorang sudah mengalami osteoporosis berat atau pernah mengalami patah tulang.
  • Kurangi risiko jatuh. Pastikan pencahayaan rumah cukup, singkirkan benda yang mudah membuat tersandung, gunakan alas kaki yang tidak licin, dan periksakan gangguan penglihatan atau masalah keseimbangan.
  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol. Kedua kebiasaan ini berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan tulang.
  • Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Jika memiliki faktor risiko osteoporosis, pemeriksaan kepadatan tulang dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal, sebelum terjadi patah tulang.


Bagi orang yang sudah mengalami osteoporosis atau memiliki risiko patah tulang yang tinggi, perubahan gaya hidup mungkin belum cukup. Dokter dapat mempertimbangkan pengobatan untuk membantu mengurangi risiko patah tulang sesuai kondisi pasien.


Referensi


  1. World Health Organization (WHO). Prevention and management of osteoporosis. WHO Technical Report Series, 2003.
  2. National Institutes of Health (NIH). Osteoporosis prevention, diagnosis, and therapy. NIH Consensus Statement, 2000.
  3. International Osteoporosis Foundation (IOF). What is osteoporosis? & Fragility fractures.
  4. Compston J, et al. “Diagnosis and management of osteoporosis in postmenopausal women and older men.” BMJ, 2019.
  5. Kanis JA, et al. “European guidance for the diagnosis and management of osteoporosis in postmenopausal women.” Osteoporosis International, 2019.
  6. US Preventive Services Task Force. Screening for Osteoporosis to Prevent Fractures: Recommendation Statement. JAMA. 2025. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2829238
  7. Osteoporosis: An Update on Screening, Diagnosis, Evaluation, and Treatment. PMC. 2022. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10084730/
  8. Secondary Osteoporosis. StatPearls. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470166/
  9. Clinical Characteristic of Patients Underwent Bone Mineral Density Examination in Prof. Dr. R. Soeharso Orthopaedic Hospital in 2022–2023: A Cross-Sectional Study. JOINTS (Universitas Airlangga). https://e-journal.unair.ac.id/JOINTS/article/view/48987






Other Articles

Penyuluhan dan skrining skoliosis siswa SMPN 1 Surabaya bersama PABOI Jatim dan FK UNAIR

Paboi Jatim Oct 27, 2026

Penyuluhan dan Skrining Skoliosis di SMPN 1 Surabaya

Author . Paboi Jatim

mandi malam dan hubungannya dengan risiko rematik menurut dokter ortopedi

Medical Oct 26, 2026

Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Apa Kata Dokter Ortopedi?

Author . Paboi Jatim

pen tulang atau implan ortopedi dan mitos risiko tersambar petir

Medical Oct 26, 2026

Pakai Pen Tulang Lebih Mudah Tersambar Petir Mitos atau Fakta?

Author . Paboi Jatim

Pemenuhan SKP Dokter Kini Lebih Fleksibel: 160 SKP dalam 5 Tahun

Medical Oct 02, 2026

Pemenuhan SKP Dokter Kini Lebih Fleksibel: 160 SKP dalam 5 Tahun

Author . Paboi Jatim

Perbedaan 6 jenis spondilo pada tulang belakang beserta gejala dan penyebabnya

Knowledge Aug 21, 2026

Semua Berawalan "Spondilo" tapi Diagnosis Bisa Sangat Berbeda

Author . dr. Erreza Rahadiansyah, Sp.OT, SubSp. Spine(K)

PABOI Jawa Timur Turut Bergerak untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Paboi Jatim Aug 20, 2026

PABOI Jawa Timur Turut Bergerak untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Author . Paboi Jatim

Tanda-Tanda Tulang Mulai Melemah

Medical Aug 06, 2026

Apa Saja Tanda-Tanda Tulang Mulai Melemah?

Author . Ganang Dwi Cahyono, dr., Sp.OT

Mengapa patah tulang tidak boleh dipijat ataupun diurut?

Medical Jul 31, 2026

Mengapa patah tulang tidak boleh dipijat ataupun diurut?

Author . Rosihan Effendi, dr., SpOT

PABOI Jatim Tandatangani MoU dengan Masbuhin & Partners Law Firm

Paboi Jatim Jul 19, 2026

PABOI Jatim Tandatangani MoU dengan Masbuhin & Partners Law Firm

Author . Paboi Jatim

Polidaktili: Kenali, Pahami, dan Tindaki

Medical Jun 20, 2026

Polidaktili: Kenali, Pahami, dan Tindaki

Author . dr. Wirindro Wisnubroto, Sp.OT(K)

Forum Silaturahmi dan RTD PABOI Jatim Korwil Sidoarjo 2026

Paboi Jatim Jun 16, 2026

Forum Silaturahmi dan RTD PABOI Jatim Korwil Sidoarjo 2026

Author . Paboi Jatim

Perbedaan Gips dan Pen, manakah yang lebih baik?

Medical May 15, 2026

Perbedaan Gips dan Pen, manakah yang lebih baik?

Author . dr. Ananta Naufal Habibi, SpOT

Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Apa Kata Dokter Ortopedi?

Medical Apr 25, 2026

Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Apa Kata Dokter Ortopedi?

Author . Paboi Jatim

Merasa kekakuuan lutut setelah bangun tidur?

Medical Mar 10, 2026

Merasa kekakuuan lutut setelah bangun tidur?

Author . Ixnatius Ariyando, dr., Sp.O.T.Subsp.P.Lb(K)

Pengaruh Konsumsi Kafein Terhadap Osteoporosis

Knowledge Feb 05, 2026

Pengaruh Konsumsi Kafein Terhadap Osteoporosis

Author . Henry Tirtosuharto, dr., Sp.OT, AIFO-K

Cedera Achilles Kevin Durant: Pelajaran Penting Untuk Atlet Basket

Medical Jan 20, 2026

Cedera Achilles Kevin Durant: Pelajaran Penting Untuk Atlet Basket

Author . Paboi Jatim

Serah Terima Jabatan Ketua PABOI Jawa Timur 2025-2028

Paboi Jatim Dec 15, 2025

Serah Terima Jabatan Ketua PABOI Jawa Timur 2025-2028

Author . Paboi Jatim

Rahasia Kompres Dingin: Cara Ampuh Redakan Nyeri Cedera!

Paboi Jatim Nov 01, 2025

Rahasia Kompres Dingin: Cara Ampuh Redakan Nyeri Cedera!

Author . Ritzky Pratomo Affan, dr., Sp.OT

Waspadai Gejala Awal dan Berbagai Jenis Skoliosis!

Knowledge Oct 27, 2025

Waspadai Gejala Awal dan Berbagai Jenis Skoliosis!

Author . dr. Erreza Rahadiansyah, Sp.OT., Subsp.O.T.B(K)

WASPADA 3 MOMEN YANG BERPOTENSI: CEDERA LUTUT PADA OLAHRAGA BASKET

Medical Jan 24, 2025

WASPADA 3 MOMEN YANG BERPOTENSI: CEDERA LUTUT PADA OLAHRAGA BASKET

Author . dr. Febrian Brahmana, M.Ked.Klin., Sp.OT(K) Hip & Knee

Manfaat dan Panduan Aman Penggunaan Kompres Hangat untuk Nyeri Punggung

Tips Kesehatan Nov 14, 2024

Manfaat dan Panduan Aman Penggunaan Kompres Hangat untuk Nyeri Punggung

Author . dr. Yvonne Sarah K. Bintaryo, Sp.O.T.Subsp.O.T.B(K)

Nyeri Tulang? Coba cek yang satu ini: OSTEOARTHRITIS

Medical Nov 13, 2024

Nyeri Tulang? Coba cek yang satu ini: OSTEOARTHRITIS

Author . dr. Nanang Hari Wibowo, Sp.O.T.Subsp.P.L(K)

Apakah patah pinggul pada pasien lansia harus dioperasi?

Medical Nov 12, 2024

Apakah patah pinggul pada pasien lansia harus dioperasi?

Author . dr. Glen Purnomo, Sp.OT(K)

Arthroscopy (Minimally Invasive Surgery)

Medical Nov 07, 2024

Arthroscopy (Minimally Invasive Surgery)

Author . Paboi Jatim

Mari Mengenal Kista Ganglion

Medical Nov 07, 2024

Mari Mengenal Kista Ganglion

Author . Paboi Jatim

Mengenal Jenis Subspesialis Ortopedi

Knowledge Nov 07, 2024

Mengenal Jenis Subspesialis Ortopedi

Author . Paboi Jatim

Evolusi Operasi Ortopedi

Knowledge Nov 07, 2024

Evolusi Operasi Ortopedi

Author . Paboi Jatim

Tak Sendiri Menghadapi Nyeri Sendi

Medical Dec 18, 2023

Tak Sendiri Menghadapi Nyeri Sendi

Author . dr. Reyner Valiant Tumbelaka, M.Ked.Klin., Sp.OT

Kerja Daring Makin Nge-Tren, Waspadai Penyakit Tangan Akibat Smartphone

Medical Jun 09, 2023

Kerja Daring Makin Nge-Tren, Waspadai Penyakit Tangan Akibat Smartphone

Author . Erfan Nasrullah, dr.,M.Ked.Klin, Sp.OT

7 Mitos Tulang Keropos: Mana sih yang benar?

Medical Jun 07, 2023

7 Mitos Tulang Keropos: Mana sih yang benar?

Author . dr. Kukuh Dwiputra H., Sp.OT(K)

Opini Hari Kanker Sedunia

Medical Jun 07, 2023

Opini Hari Kanker Sedunia

Author . dr. Reyner Valiant Tumbelaka, Sp.OT